Lets have some spirit ~~ :)

Lets have some spirit ~~ :)
cutest

Selasa, 26 Februari 2013

CITRUN SEBAGAI PEMUTIH (PIRING,PAKAIAN,KAMAR MANDI)

Ada yang pernah mendengar Citrun/Asam Sitrat? Atau belum pernah mendengar?

Beberapa waktu yang lalu dimulai dengan pertanyaan seorang rekan di kantor, yang menanyakan solusi untuk memutihkan piring yang berkerak,saya mulai bertanya kesana kemari untuk memperoleh jawaban dan solusi pertanyaan tersebut. Dari saran seorang kenalan, saya mencoba Citrun/Asam Sitrat. Dimana bisa membeli Citrun? Di Toko Bahan Kue Citrun dijual sangat murah yakni Rp.2500,-/bungkus.

Cara memakai Citrun?
1. Rendam 1 Bungkus Citrun dengan 1 gayung air
2. Cipratkan/Rendam apa yang ingin anda putihkan dengan Citrun tersebut selama 1 jam
3. Setelah 1 jam gosok/cuci seperti biasa, InsyaAllah bersih dan putih.

Jika 1 bungkus Citrun belum efektif, tambah kadar Citrun tersebut. Untuk anda yang biasa memakai bahan kimia semacam Pors***k untuk membersihkan kamar mandi,Citrun ini lebih nyaman karena tidak sakit atau panas di tangan.

Jika ingin membeli Citrun dengan jumlah lebih, mungkin bisa didapat di toko bahan kimia. Selamat mencoba!

Sumber : Pengalaman Pribadi

Minggu, 07 Oktober 2012

Karena kita manusia rapuh


Sedang Galau?
Resah?
Gelisah?
Bimbang?
Bingung?
Merasa sendiri?
Kesepian?
Menanti Cinta yang tak kunjung tiba?
Tak bahagia?

Larilah hanya pada Allah SWT. Sadarkan hati bahwa Allah telah memberi kita segalanya, saat kita bahkan tak cukup baik untuk membuktikan iman kita. Saat kita bahkan hanya setengah-setengah menjalankan kewajiban keislaman kita. Saat kita terus menerus mengeluh dan lupa bersyukur atas Nikmat yang diberikanNya. Saat kita melalaikan kewajiban-kewajiban dan sibuk dalam dunia mengejar kebahagiaan fana.

Rasa-rasa yang tertulis diatas, pernahkah kita rasakan karena kita memikirkan akhirat? Atau hanya perasaanmu yang muncul saat kita tak peroleh apa yang kita inginkan di dunia? Instrospeksi diri, Perbaiki kualitas iman, Seimbangkan dunia dan akhirat, Imbangi dengan kegiatan positif yang bernilai pahala.

Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia mencintaiMu
Namun cinta dalam dada
Hanyalah padaMu

Mari kita bangun dan tingkatkan cinta pada Allah, karena cinta padaNya adalah yang abadi, cinta yang hakiki. Dengan cinta kepadaNya, hati menjadi tenang, rasa-rasa tak berkualitas hilang dari dalam dada, kebahagiaan otomatis menyertai. Curahkan semuanya dalam sajadah malam, momen saat kita benar-benar memohon kepada Allah, saat hampir semua manusia tidur, kita berkesempatan dikabulkan doa kita oleh Allah. Doa bukan kebutuhan Allah, Doa adalah kebutuhan kita, karena kita memohon dan meminta pertolongan kepada Allah.

Saatnya mengurangi kerapuhan iman, Saatnya menjadi lebih baik, Mengingat dan Mencintai Allah dalam setiap langkah. 

~ A Reminder for my self when i feel down and need more love in this world,  to asking Love only from Allah SWT, Keep praying and fighting  ~

Rabu, 03 Oktober 2012

Nano-nano rasa dalam kehidupan

Beberapa hari ini aku sewot, aku marah, aku kesal, aku emosi karena seseorang yang disebut Bos. Bekerja di beberapa tempat sebelumnya membuatku menyadari bahwa sesungguhnya semua bos sama saja, penuh pertimbangan dan sangat mungkin berubah pikiran, tentang semua hal karena situasi dan kondisi yang mempengaruhi. Namun, emosiku tak terkendali tatkala beberapa waktu lalu, Bosku yang menjanjikan sesuatu *yang sesungguhnya tipis kuharapkan untuk mendapatkannya* atas kehendak dan tawarannya sendiri, tiba-tiba membatalkan secara sepihak dan semena-mena.

Begitulah kira - kira ekspresi-ekspresi mukaku tatkala Bosku membatalkan tawaran dan janjinya secara sepihak dan seenaknya sendiri. Alasan kemarahanku, tentu karna hal yang dijanjikan bos itu penting dan sangat bermanfaat bagiku, dan tak begitu besar bila dibandingkan dengan yang bos miliki. Rencana-rencana yang telah kususun mendadak gagal karena pembatalan janji ini. 

Aku marah karena tak hanya sekali bos 'memanipulasiku'. Ya, memanipulasi dengan permainan kata-katanya. Mengatakan A dalam detik ini, yang kemudian berubah menjadi B sedetik kemudian. Mengatakan B dalam detik ini, yang kemudian berubah menjadi C dua detik kemudian. Rasanya, menyebalkan sekali!

Namun aku kemudian berusaha bersabar, dan mau tak mau menerima karena ya, aku masih membutuhkan pekerjaanku sekarang. Ya, aku masih membutuhkan penghasilanku sekarang. Ya, aku harus legowo karena memang watak bosku suka merubah rubah perkataan dan pelupa. Aku sadar bahwa jika aku memang sudah tak sanggup lagi dan tak menghasilkan perubahan, maka aku yang harus berhenti, karena dia yang punya perusahaannya, dia yang mengatur sendiri perusahaannya. Aku yang pekerja bisa apa? :)

Berhari-hari kulawan kemarahan hatiku dan berusaha untuk legowo, berusaha tak menjadikan ini masalah dalam hidup karena banyak orang yang lebih menderita daripada aku, berusaha bersifat bijak serta yakin dan percaya bahwa Allah pasti memiliki ganti yang jauh lebih baik, berlipat lipat lebih indah daripada apa yang dijanjikan bosku. Dan ya, aku baru setengah berhasil... aku masih melawan kemarahanku, tiap dia masih mengandalkanku untuk banyak hal yang sebenarnya, bukan pekerjaan dan tanggung jawabku. Aku masih marah karena kepercayaannya kepadaku tak dia akui dengan penghargaan yang pantas. Namun aku tenangkan hatiku, mengatakan bahwa aku sedang belajar dalam hidup, belajar menerima dan mendewasakan hatiku. Karena toh, pada dasarnya hal seperti itu ada di manapun, hanya kasus dan situasinya yang berbeda...

Lalu tiba hari ini, beberapa masalah kudengar terjadi di tempat kerja yang berkaitan dengan rekan-rekan kerjaku. Ya, ada yang punya masalah pribadi berkaitan dengan kisah cinta yang kompleks, Ada yang punya masalah pribadi berkaitan dengan kisruh keluarga yang mencemaskan, Ada yang punya masalah pribadi dengan mantan pasangan yang berat dan penuh perjuangan mempertahankan buah hati agar tak direbut mantan setelah sekian lama si mantan mangkir dari tanggung jawab, Ada lagi yang lain - lain yang kebetulan terjadi dalam satu hari ini.

Tiba-tiba aku merasa bahagia, bersyukur dan bersyukur pada Allah. Bahagia karena aku punya keluarga kecil sederhana dan tak bermasalah, Bahagia karena walaupun aku tak sempurna namun aku juga tak kekurangan suatu apapun, Bersyukur karena ternyata masalahku jauh lebih kecil dari masalah-masalah orang lain, Bersyukur karena ternyata ketika dipikir lebih dalam, masalah pekerjaan dan bosku hanya sebagian yang sangat kecil dibandingkan rejeki Allah yang seluas samudera setiap harinya.

Lalu aku sadar, bersyukur, bersabar, ikhlas dan tak berlebih-lebihan adalah kunci kebahagiaan sesungguhnya. Karena dengan hal -hal itu sesungguhnya Allah akan menambah nikmat yang lebih banyak dan tak terduga-duga. Tak perlu berlebihan bersikap, karena tidak semua hal yang kita inginkan terwujud dengan cara kita. Mungkin Allah hanya menunda untuk memberi kita yang jauhhh lebih indah. Bismillah, belajar banyak bersyukur... :)




Minggu, 03 Juni 2012

Semua karena kebetulan.

Pagi ini, bangun dari tidur. Seperti biasanya setelah bangun dan shalat subuh, sulit untuk tidur lagi sebelum bekerja. Karena hanya seorang diri dan tak ada teman atau saudara di tempat ini, kegiatan berjalan seperti biasa. Bangun tidur, sholat subuh, buka internet atau nonton tv dan sarapan. Iseng, kubuka situs Kaskus. Tak sengaja, bertemulah dengan topik akun misterius @triomacan yang sedang ramai dibahas, yang konon katanya akun tersebut sebenarnya adalah milik seorang petinggi politik, mantan wartawan, dan lain sebagainya rumor beredar. Akun tersebut konon katanya selalu membongkar kasus2 korupsi, namun entah benar entah fitnah entah permainan politik. Saya tak tau dan saya tak tertarik pada hal-hal seperti itu lagi. Saya sudah terlalu malas mengikuti perkembangan politik dan kebusukan permainan politik. Malas melihat yang katanya pakar politik atau ahli komunikasi atau pengamat politik muncul di tv atau mengungkapkan argumen argumen yang hanya menjelek-jelekkan pemerintahnya sendiri, menjatuhkan yang lain untuk memperoleh apa yang mereka mau, alih alih bersama sama bahu membahu memperbaiki moral negeri ini, atau melakukan tindakan nyata untuk memajukan bangsa. Yang ada, hanya debat kusir yang tidak memberi solusi nyata terhadap negara. Namun, bukan itu intinya hari ini. Pada suatu pembahasan, disebutlah nama Dahlan Iskan yang konon katanya -menanggapi tulisan akun @triomacan di twitter- atau juga konon katanya -dahlan iskan telah lebih dulu menulis tentang apa yang ditulis oleh akun @triomacan sebelum si pemilik akun ini menulisnya di twitter- mengenai Petral, dan BUMN. Tertarik, bukan pada akun @triomacan, tapi Petral, ku buka google. Kuketik keyword -Dahlan Iskan tentang Petral-. Langsung nampak di tulisan paling atas di google, website resmi Dahlan Iskan, tentang Petral. Klik, dan muncullah tulisan Dahlan Iskan, mengenai Petral yang ramai dibahas (bagi yang mengikuti perkembangan politik atau mungkin rajin menonton TVone kepunyaan Abu Rizal Bakrie dan MetroTV kepunyaan Surya Paloh *well,tokoh politik semua yang punya,dan ga ada yang berimbang beritanya,semuanya menyudutkan pemerintah IMO*) Pelan, ku mulai membaca tulisan Pak DIS,begitu beliau disapa di web itu,tentang Petral. Pelan tapi pasti, senyum mulai tersungging dari bibirku... Tulisan itu indah, realistis, positif, mencerahkan, mencerdaskan, bahasan mendalam,tapi ringan dan mudah dipahami, dan penuh dengan informasi. Pelan, mulai teringat bagaimana awal mula kukenal nama Dahlan Iskan... Suatu ketika saat melihat acara KickAndy,Dahlan Iskan yang menjadi tamunya, Seorang tamu yang inspiratif dan tak kenal lelah berjuang. Seorang anak desa, yang kemudian menjadi sukses, namun ternyata mengalami masalah pada hatinya. Seorang Pria luar biasa yang bahkan ketika telah menerima Cangkok hati, dia berjuang dan tetap melakukan yang terbaik. Kagum, itu yang kurasa saat melihat tayangan itu. Siapa sangka, Dahlan Iskan yang waktu itu menjadi tamu di Kick Andy, tahun berselang dipilih Presiden untuk menjadi Menteri BUMN. Dahlan iskan yang sederhana namun wibawa dan luar biasa. Semakin kagumlah diri ini dibuatnya. Namun karena rasa muak dan malas terhadap politik, kuputuskan untuk tak mengikuti sepak terjang Dahlan Iskan sampai pagi ini. Akhirnya selesai kubaca tulisan Petral, kubukalah blog Dahlan Iskan, kali ini dari awal. Ya, dari awal. www.dahlaniskan.wordpress.com. Mulai kubaca satu persatu judul dan isi tulisan di blog, "Tekad Baru: Hidup yang Polos-Polos Saja + “Plok–plok–plok” di Istana Jogja". Ya, baru itu saja yang sempat kubaca. Namun isinya, luar biasa terharu aku saat membacanya. Bagaimana tidak, karena nama Seorang Dahlan Iskan, ku buka blognya dan membaca isinya. Melalui Tulisan “Plok–plok–plok” di Istana Jogja", aku jadi tahu bahwa sesungguhnya, sungguh banyak sekali orang pintar,cerdas dan ahli yang dimiliki dan dilahirkan di bumi Indonesia. Mereka, justru bersinar di negara lain dengan bakat dan potensi yang lebih dari cukup untuk membangun negara ini. Subhanallah, aku sungguh - sungguh kagum, bahwa negara ini, yang penuh dengan drama,intrik,permainan politik,demonstrasi,kejahatan, dan hal jelek lain yang diekspos di tv, sesungguhnya memiliki begitu banyak anak bangsa yang luar biasa, yang sesungguhnya sangat siap dan bersedia saat negara membutuhkan, memanggil dan meminta bantuan kecerdasan dan pemikiran mereka demi kemajuan dan kebanggaan negara. Hari ini, membaca tulisan itu, aku malu. Malu pada media kita yang alih-alih mengekspos kebaikan-kebaikan negeri ini, mutiara-mutiara yang ada di negeri ini, mereka justru mengekspos kejelekan, perdebatan, dan segala macam hal buruk yang membuat masyarakat salah kaprah,salah informasi,setengah mengerti namun mengikuti 'kesimpulan semu' media. aku malu bahwa aku baru bisa berguna bagi diriku sendiri, bahkan belum bagi orang tuaku dan orang di sekitarku. Aku bangga bahwa orang lain bisa begitu berguna bagi bangsa dan negara. Aku iri bahwa mereka luar biasa bertalenta dan berbakat,ahli, serta berpengalaman dalam hidup. Namun aku pun belajar,aku pun tersadar,aku pun terinspirasi. MASIH ADA LANGIT DI ATAS LANGIT,Bahkan untuk urusan ILMU. Ya, ilmu. Hari ini aku belajar bahwa ilmu itu sungguh mahal harganya. Berilmulah, maka kau bisa berguna di mana saja bagi siapa saja. Berbanggalah ketika kau banyak ilmu dan bisa kau bagikan kepada orang lain. Hariku hari ini terasa berbeda,aku bertekad untuk mempelajari hal lain. Ya, belajar dan belajar, karena sejatinya Ilmu pun ada dalam hidup kita, kita bisa belajar dari sekitar kita.

Mengenai Saya

Thanks for take a look and for reading. Probably full of my silly words here. If there are any tips suitable for you, then its great. :)